Minggu, 09 April 2017

Penjelasan Tentang Hadits شفاعتي لأهل الكبائر من أمتي

السلام عليكم ورحمة الله...
Ustadz saya mau bertanya tentang sebuah hadits yang membuat saya dan teman-teman bingung, ada sebuah riwayat bahwa Rasulullah SAW bersabda: شفاعتي لأهل الكبائر من أمتي
syafaatku juga ada untuk ummatku yang melakukan dosa besar”, pertama apakah hadits ini shohih, jika ia hadist ini bisa jadi alasan orang-orang lalai pada agama dengan beranggapan bahwa Syafaat Rasulullah tetap diberikan kepada ummatnya walau melakukan dosa besar?!.
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Hadits yang anda sebutkan memanglah hadits shohih yang diriwayatkan Imam Abu Dawud, Turmudzi bahkan juga ada di kitab Bukhori dan Muslim. Akan tetapi yang dimaksud bahwa Syafaat Rasulullah juga ada bagi ummatnya yang berdosa bahkan yang memiliki dosa besar jangan difahami untuk meringankan berbuat dosa, melaikan maksud beliau adalah memberi motivasi untuk orang yang mau BERTAUBAT, bahwa syafaat Rasulullah akan tetap bisa mereka dapatkan, tentunya jika mereka bertaubat dan tidak mengulangi dosa yang mereka lakukan.
Dan perlu kita Allah SWT selain maha pemaaf, juga memiliki Adzab (siksaan) yang sangat pedih bagi hambanya yang bermaksiat, maka bagi orang muslim harus lebih memerhatikan ancaman dan teguran Allah SWT yang berada di Al-Qur’an, kita harus perhatian pada ayat-ayat yang telah Allah turunkan sebagai nasihat dan petunjuk bagi kita.
Allah SWT berfirman:
فلا يأمن مكر الله إلا القوم الخاسرون (الأعراف: ٩٩)
Artinya: “tidak ada orang yang merasa aman dari ancaman Allah (tidak takut berbuat salah pada Allah, merasa aman dari siksanya) kecuali orang-orang yang menyesal (karena meremahkannya)”.
Dan kita tahu para ulama’ mengatakan Iman akan bertambah dengan bertambahnya amal sholeh, dan berkurang (lemah) dengan melakukan dosa, dan menjadikan hati ini dikuasai (hawa nafsu), sebagaimana Allah SWT berfirman: كلا بل ران على قلوبهم بما كانوا يكسبون (المطففين:14).
Artinya: ”hati mereka akan (benar-benar) dikuasai atas apa yang mereka lakukan”.
Dan jika maksiat tersebut terus dilakukan, bisa jadi perbuatannya menghilankan iman pada dirinya lalu meninggal dalam keadaan kufur (wal’iyadzu billah), dan syafaat Rasulullah pun tidak berguna baginya, dan menyebabkan dia kekal di neraka na’udzu billah min dzaalik.

            Maka yang pantas dari seorang umat muslim adalah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan rasulnya dengab melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi seluruh larangannya, bukan memikirkan tentang surga dan neraka semata, lebih berharap banyak atas ampunan sedangkan dirinya sering melakukan dosa.