Minggu, 27 November 2016

AGAR HIDUP TERUS BAHAGIA



Rasulullah merasa heran dengan orang muslim, mereka hidup selalu ceria penuh kebaikan karena 2 hal: Sabar dan Syukur.
Ketika mendapat nikmat mereka bersyukur maka Allah menambah nikmatnya dan menjadikan nikmat tersebut sebuah kebaikan (pahala), dan ketika Allah memberi cobaan (musibah) mereka bersabar, maka allah membalasnya dengan nikmat dikemudian hari dan menjadikannya sebagai penghapus dari dosa-dosa yang pernah dilakukannya.
Bukan kah hal tersebut luar biasa jika kita pikirkan, orang muslim menjalani hidup selalu ceria dan penuh kebaikan dengan melakukan 2 hal tersebut, bahkan ketika mereka mendapat cobaan (musibah) mereka bersabar dan dapat ceria karena mereka sadar cobaan itu adalah penghapus dosa baginya, cobaan tersebut juga pasti karena dia berbuat salah, dan sadarlah bahwa semua yang kita miliki sebenarnya milik Allah jadi ketika ada musibah yang menimpa dia tidak bimbang karena apa yang hilang memang bukan miliknya.
لايكلف الله نفسا إلا وسعها  (سورة البقرة – الاية 286) 
Allah telah menyatakan dalam ayat tersebut, bahwa Allah SWT tidak menguji hambanya diluar batas kemampuannya, percayalah apa yang kau hadapi kau bisa mengatasinya, Allah percaya kalau kita salah satu hambanya yang kuat, jagalah kepercayaan tersebut, jangan mudah putus asa dan kalah dengan bsisikan setan yang ingin melemahkan kita yang sudah allah beri kepercayaan bahwa kita kuat.
            Rasulullah SAW bersabda: إن اشد البلاء الأنبياء ثم الذين يلونهم والذين يلونهم
paling berat cobaan (yang allah beri) adalah kepada nabi, kemudian kepada mereka yang mengikuti para nabi dan seterusnya”.
Pernah kita berpikiri akan hal tersebut, sadarkah kita bahwa cobaan terberat dialami oleh para nabi kemudian para sahabat kemudian yang mengikuti para sahabat dan seterusnya. Kenapa demikian, hal tersebut karena cobaan sebenarnya adalah bahwa allah mencintai kita (bukan kah kita jika mencintai seseorang kita juga akan mengujinya agar kita tahu apakah cintanya tulus dan benar-benar, bahkan kita akan mengujinya tidak hanya sekali, tapi kita akan mengujinya kembali dengan hal yang lebih berat), dan karena cobaan dari Allah apabila kita sabar, hal tersebut dapat menghapus dosa kita dan meningkatkan derajat kita di akhirat kelak.
            Setiap yang Allah takdirkan pasti ada hikmahnya, yakinlah Rahasia Tuhan itu ada dan lebih indah dari apa yang kita inginkan.

Rabu, 10 Agustus 2016

Habib umar bin hafidz - lisan mu adalah gambaran diri mu

الحبيب عمر بن حفيظ - Habib Omar:
لسانك يعبِّر عما في قلبك..
Lisan-mu adalah gambaran dari apa-apa yang tersimpan didalam hatimu
فكل كلمة سيئة دالة على سوء في قلبك ،
Maka setiap kalimat yang buruk,menunjukkan atas buruknya apa-apa didalam hatimu
كل غيبة دليل على ظلمة في قلبك ،
Setiap gosip menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
كل كذبة دليل على سوء في قلبك ،
Setiap kebohongan menunjukkan atas jeleknya apa-apa didalam hatimu
كل يمين كاذبة دليل على كدرة ووسخ في قلبك ،
Setiap sumpah palsu menunjukkan atas keruh&kotornya apa-apa didalam hatimu
كل سبٍّ على صغير أو كبير بل على حيوان دليل على ظلمة في قلبك..
Setiap cacian baik atas anak kecil atau-pun orang dewasa bahkan cacian atas hewan sekali-pun menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
اللسان ترجمان الجنان فكن صدوقَ اللسان طاهر الجنان.
Lisan adalah merupakan gambaran hati,maka jadilah dirimu pribadi yang memiliki lisan yang jujur,suci hati..

Sabtu, 06 Agustus 2016

Hukum mengangkat tangan ketika berdoa

Dalil mengangkat tangan ketika doa

Ada dua penjelasan hadis dalam masalah ini, yaitu hadis secara umum dan khusus. Penjelasan hadis secara umum adalah sabda Rasulullah Saw:

عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ g إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا (رواه أبو داود رقم 1273 والحاكم رقم 1831 وابن ماجه رقم 3855 والترمذى رقم 3479 وحسنه)

"Sesungguhnya Allah Dzat yang maha hidup nan mulia. Allah malu dari hambanya yang mengangkat kedua tangannya (meminta) kepada-Nya untuk menolak permintaannya"(HR Abu Dawud No 1273, Ibnu Majah No 3855, al-Hakim No 1831 dan Turmudzi No 3497, ia menilainya hasan). Juga sebuah hadis:

وَعَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ g  مَا رَفَعَ قَوْمٌ أَكُفَّهُمْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ يَسْأَلُوْنَهُ شَيْئًا إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَضَعَ فِي أَيْدِيْهِمْ الَّذِي سَأَلُوْا (رواه الطبراني في الكبير رقم 6142 قلت : له حديث في السنن غير هذا رواه الطبراني ورجاله رجال الصحيح (مجمع الزوائد 10/ 265)

"Tidak ada satu kaum yang mengangkat tangannya kepada Allah meminta sesuatu kepada-Nya kecuali menjadi kewajiban bagiAllah untuk mengabulkannya" (HR Thabrani dalam al-Kabir No 6142, al-Hafidz al-Haitsami berkata:

"perawinya adalah perawi sahih")

Hadis yang secara khusus setelah salat:

وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى قَالَ رَأَيْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَرَأَى رَجُلاً رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُوْ قَبْلَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهَا قَالَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ g لَمْ يَكُنْ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ (رواه الطبراني وترجم له فقال: محمد بن أبي يحيى الأسلمي عن عبد الله بن الزبير ورجاله ثقات) مجمع الزوائد (10/ 266)

“Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Zubair melihat seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdoa sebelum selesai dari salat. Setelah selesai Abdullah bin Zubair berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak mengangkat kedua tangannya hingga selesai dari salatnya” (HR Thabrani, al-Hafidz al-Haitsami berkata: "Para perawinya terpercaya")

Adapun mengusap wajah:

عَنْ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ gإِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِى الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ " (قال الحافظ فى "البلوغ" 1 / 312: أخرجه الترمذى و له شواهد منها: حديث ابن عباس عند أبى داود وغيره ومجموعها يقضى بأنه حديث حسن اهـ روضة المحدثين 9/ 465)

“Diriwayatkan dari Sayidina Umar bahwa bila Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya dalam berdoa, maka beliau tidak mengembalikannya hingga mengusap wajahnya dengan kedua tangannya” (HR Turmudzi, al-Hafidz Ibnu Hajar dan al-Hafidz as-Suyuthi menilainya hasan)

Dengan demikian, hukumnya adalah sunah.

Jangan berharap dari seseorang

قال الحاكم:
Imam Hakim berkata:

رضا الناس غاية لا تدرك
Mencari keridhoan manusia adalah puncak pengharapan yang tidak bisa digapai

ورضا الله غاية لا تترك
Dan mencari keridhoan Allah adalah puncak pengharapan yang tidak bisa ditinggalkan

فاترك ما لا يدرك
Maka tinggalkanlah segala apa yang tidak bisa untuk digapai

وأدرك ما لا يترك
Dan raihlah segala apa yang tidak bisa untuk ditinggalkan

Minggu, 12 Juni 2016

Hormati Romadhan

Dijelaskan di dalam kitab Imam Al Haddad:

Ada seorang hamba yangg sedang dicambuk oleh Malaikat, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya dan bertanya, apa salah hamba itu wahai malaikat?
Malaikat menjawab: "wahai Nabi, dia menjumpai Romadhon akan tetapi dia tdk beribadah (puasa, mengaji, sholat sunnah dsb.), melainkan bermaksiat di bulan Romadhon".

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ingin membantu / memberi syafaat kepada orang itu, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pemberi syafaat bagi Ummatnya, akan tetapi ketika Rasulullah ingin membantu terdengar suara: "Wahai Muhammad apakah engkau ingin membantu musuhnya bulan Romadhon sedangkan bulan Romadhon adalah bulan Allah Subhaanahu wata’ala"

Mendengar hal tesebut, Rasulullah bersabda: "aku lepas bagi siapa saja yang menjadi musuh bulan Romadhon.

Minggu, 24 April 2016

Wanita tercantik di dunia


ﻳﺤﻜﻰ ﺃﻥ ﻓﺘﻰ ﻗﺎﻝ ﻷﺑﻴﻪ ﺃﺭﻳﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻣﻦ ﻓﺘﺎﺓ ﺭﺃﻳﺘﻬﺎ ﻭﻗﺪ ﺃﻋﺠﺒﻨﻲ ﺟﻤﺎﻟﻬﺎ ﻭﺳﺤﺮ ﻋﻴﻮﻧﻬﺎ
Ada seorang anak berkata kepada ayahnya: "aku ingin menikahi seorang gadis yang pernah aku lihat, dan aku suka akan kecantikan dan pesona matanya".
ﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻫﻮ ﻓﺮﺡ ﻭﻣﺴﺮﻭﺭ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻳﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﺣﺘﻰ ﺃﺧﻄﺒﻬﺎ ﻟﻚ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ
dengan suka cita dan bahagia ayahnya menanggapi: "Tinggal dimana gadis itu anakku? Biar nanti ayah yang mengantarmu melamarnya ".
ﻓﻠﻤﺎ ﺫﻫﺒﺎ ﻭﺭﺃﻯ ﺍﻷﺏ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﺃﻋﺠﺐ ﺑﻬﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﻻﺑﻨﻪ
Ketika keduanya menemui gadis tersebut, sang ayah melihatnya dan tertarik seraya berkata kepada anaknya:
ﺍﺳﻤﻊ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﻦ ﻣﺴﺘﻮﺍﻙ ! ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻬﺎ ﻫﺬﻩ ﻳﺴﺘﺎﻫﻠﻬﺎ ﺭﺟﻞ ﻟﻪ ﺧﺒﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭﺗﻌﺘﻤﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺜﻠﻲ
"Dengarlah anakku, gadis ini tidak setara dengan mu, kamu tidak cocok dengannya, gadis ini cocok dengan pria yang memiliki pengalaman hidup seperti aku"
ﺍﻧﺪﻫﺶ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺃﺑﻴﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻪ: ﻛﻼ ﺑﻞ ﺃﻧﺎ ﺳﺄﺗﺰﻭﺟﻬﺎ ﻳﺎ ﺃﺑﻲ ﻭﻟﻴﺲ ﺃﻧﺖ
anaknya terkejut mendengar kata-kata ayahnya, dan berkata: "Tidak! Aku yang akan menikahinya, bukan ayah!"
ﺗﺨﺎﺻﻤﺎ ﻭﺫﻫﺒﺎ ﻟﻤﺮﻛﺰ ﺍﻟﺸﺮﻃﺔ ﻟﻴﺤﻠﻮﺍ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ
Keduanya berselisih, dan memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah mereka
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻗﺼﺎ ﻟﻠﻀﺎﺑﻂ ﻗﺼﺘﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ : ﺍﺣﻀﺮﻭﺍ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﻟﻜﻲ ﻧﺴﺄﻟﻬﺎ ﻣﻦ ﺗﺮﻳﺪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻡ ﺍﻷﺏ
Keduanya menceritakan permasalahannya kepada seorang petugas polisi, lalu polisi itu berkata: "Bawa gadis itu kesini, agar aku bias bertanya kepadanya siapa yang dia inginkan diantara kalian".
ﻭﻟﻤﺎ ﺭﺁﻫﺎ ﺍﻟﻀﺎﺑﻂ ﻭﺍﻧﺒﻬﺮ ﻣﻦ ﺣﺴﻨﻬﺎ ﻭﻓﺘﻨﺘﻬﺎ
Ketika petugas polisi melihat gadis itu, ia terpikat dengan sikap ramah dan pesonanya
ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ : ﻫﺬﻩ ﻻ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻜﻤﺎ ﺑﻞ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﺸﺨﺺ ﻣﺮﻣﻮﻕ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻣﺜﻠﻲ
Lalu polisi itu berkata: "Gadis ini tidak cocok untuk kalian berdua, ia cocok untuk orang terkemuka di negeri ini, yaitu aku !"
ﻭﺗﺨﺎﺻﻢ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ ﻭﺫﻫﺒﻮﺍ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻮﺯﻳﺮ
Ketiganya pun ribut, Lalu mereka pergi menghadap menteri
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺭﺁﻫﺎ ﺍﻟﻮﺯﻳﺮ ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﻩ ﻻ ﻳﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺇﻻ ﺍﻟﻮﺯﺭﺍﺀ ﻣﺜﻠﻲ
Dan ketika menteri melihat gadis itu, ia berkata: "tidak ada yang cocok untuk menikahinya, kecuali seorang menteri seperti aku !"
ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺗﺨﺎﺻﻤﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﻭﺻﻼ ﻷﻣﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﺒﻠﺪﺓ
Keributan terjadi lagi hingga sampailah mereka menghadap presiden
ﻭﻋﻨﺪﻣﺎ ﺣﻀﺮﻭﺍ ﻗﺎﻝ: ﺃﻧﺎ ﺳﺄﺣﻞ ﻟﻜﻢ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﺍﺣﻀﺮﻭﺍ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ
Presiden berkata: "Aku akan memutuskan masalah kalian, bawa gadis itu kesini "!
ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺁﻫﺎ ﺍﻷﻣﻴﺮ ﻗﺎﻝ ﺑﻞ ﻫﺬﻩ ﻻ ﻳﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺇﻻ ﺃﻣﻴﺮ ﻣﺜﻠﻲ
Ketika presiden melihatnya, ia berkata: "Tidak ada yang cocok untuk menikahinya, kecuali seorang presiden seperti aku !"
ﻭﺗﺠﺎﺩﻟﻮﺍ ﺟﻤﻴﻌﺎ
Terjadilah perdebatan antara mereka...
ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ
Tiba-tiba gadis itu berkata:
ﺃﻧﺎ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﺤﻞ !! ﺳﻮﻑ ﺃﺭﻛﺾ ﻭﺍﻧﺘﻢ ﺗﺮﻛﻀﻮﻥ ﺧﻠﻔﻲ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﺴﻜﻨﻲ ﺃﻭﻻ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ ﻧﺼﻴﺒﻪ ﻭﻳﺘﺰﻭﺟﻨﻲ
" Aku punya solusi!! Kita adakan perlombaan, aku akan berlari dan kalian semua berlari di belakangku, siapa yang bisa mendapatkanku pertama kali, Aku menjadi miliknya maka dialah yang menikahiku"
ﻭﻓﻌﻼ ﺭﻛﻀﺖ ﻭﺭﻛﺾ ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ ﺧﻠﻔﻬﺎ ﺍﻟﺸﺎﺏ ﻭﺍﻷﺏ ﻭﺍﻟﻀﺎﺑﻂ ﻭﺍﻟﻮﺯﻳﺮ ﻭﺍﻷﻣﻴﺮ ﻭﻓﺠﺄﺓ ﻭﻫﻢ ﻳﺮﻛﻀﻮﻥ ﺧﻠﻔﻬﺎ ﺳﻘﻂ
Mereka semua menyetujuinya, ketika gadis itu berlari kelima laki-laki: anak, ayah, petugas polisi, menteri dan presiden berlari mengejar gadis tersebut dari belakang
ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ ﻓﻲ ﺣﻔﺮﺓ ﻋﻤﻴﻘﺔ
tiba-tiba kelimanya jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam
ﺛﻢ ﻧﻈﺮﺕ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﻣﻦ ﺃﻋﻠﻰ ﻭﻗﺎﻟﺖ
sambil melihat mereka dari atas, gadis itu berkata :
ﻫﻞ ﻋﺮﻓﺘﻢ ﻣﻦ ﺃﻧﺎ؟ ﺃﻧﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ !
"Apakah kalian tahu siapa aku? Aku adalah DUNIA !!
ﺃﻧﺎ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﺮﻱ ﺧﻠﻔﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺘﺴﺎﺑﻘﻮﻥ ﻟﻠﺤﺼﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﻭﻳﻠﻬﻮﻥ ﻋﻦ ﺩﻳﻨﻬﻢ
Aku adalah sesuatu yg dikejar dan diperebutkan oleh semua orang, mereka berlomba untuk mendapatkan aku, hingga mereka lalai terhadap AGAMA
ﻓﻲ ﺍﻟﻠﺤﺎﻕ ﺑﻲ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻭﻟﻢ ﻳﻔﻮﺯ ﺑﻲ
Mereka bersenang-senang untuk mengejarku, sampai akhirnya masuk ke LIANG KUBUR dan mereka sebenarnya  tetap tidak benar-benar memiliki diriku ".
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻻﺗﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻛﺒﺮ ﻫﻤﻨﺎ
Ya allah janganlah engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita (tujuan, pencapaian) terbesar kami, yang menyibukkan kami dan melalaikan mu.

Rabu, 20 April 2016

Cara allah mengabulkan doa mu

5 Cara Allah Mengabulkan Do'a
 
وقد قالوا كل دعاء مجاب لكن اما بعين ما طلب او بخير مما طلب اما حالا او مألا او بثواب يحصل للداعي او بدفع ضر  منه

Para ulama mengatakan: "setiap do'a pasti dikabulkan".
Dengan cara-cara yang berbeda, tergantung hambanya (dengan melihat mashlahat yang terbaik baginya):

1. Allah mengabulkannya (sesuai) dengan apa yang diminta

2. Allah mengabulkannya dengan yang lebih baik dari yang diminta

3. Allah mengabulkannya seketika itu juga

4. Allah mengabulkannya, tetapi bukan pada waktu kita mengharapkan permintaan tersebut terjadi

5. Allah tidak mengabulkan apa yang diminta, tetapi Allah memberikan pahala kepada pendo'a karena dia sudah berdo'a atau memelihara dia dari kemudharatan.
Kemudharatan itu bisa jadi kemudharatan akhirat seperti perbuatan maksiat ataupun bisa jadi kemudharatan duniawi seperti sakit.

Dalil:
Kitab Al-Bajuri  'ala Fathil Qorib,Juz. I, Hal. 5

Hal - hal dalam hidup anda

Tiga hal yang membawa penyakit :
1) ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
* Banyak bicara
2) ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
* Banyak tidur
3) ﺍﻷﻛﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
* Banyak makan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺗﻬﺪﻡ ﺍﻟﺒﺪﻥ :
Empat hal yg merusak badan :
1) ﺍﻟﻬﻢ
* Duka / Sumpek (tanpa sebab)
2) ﺍﻟﺤﺰﻥ
* Sedih
3) ﺍﻟﺠﻮﻉ
* Lapar
4) ﺍﻟﺴﻬﺮ
* Tidak Tidur Malam
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺑﻬﺠﺘﻪ :
Empat hal menambah cerah wajah :
1) ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ
* Bertaqwa
2) ﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
* Menepati Janji
3) ﺍﻟﻜﺮﻡ
* Pemurah
4) ﺍﻟﻤﺮﻭﺀﺓ
* Menjaga Kehormatan
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺠﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ :
Empat hal yang menarik rezeki :
1) ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ
* Qiyamul Lail (Bangun Malam)
2) ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺑﺎﻷﺳﺤﺎﺭ
* Banyak istighfar waktu 2/3 malam
3) ﺗﻌﺎﻫﺪ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
* Biasa Bersodaqah

4) ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺁﺧﺮﻩ
* Berdzikr waktu pagi dan petang
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭثلاثة ﺗﻤﻨﻊ ﺍﻟﺮﺯﻕ
empat hal yg menjauhkan rezeki :
1) ﻧﻮﻡ ﺍﻟﺼﺒﺢ
* Tidur waktu pagi
2) ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ
* Sedikit sholat
3) ﺍﻟﻜﺴﻞ
* Malas
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻤﻤﺖ ﺑﻔﻌﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺗﺬﻛﺮ ﺛﻼﺙ ﺁﻳﺎﺕ :
Setiap kali ingin membuat maksiat ingat
tiga ayat :
1-" ﺃﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻯ "
"Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah
sedang melihat"
2-" ﻭﻟﻤﻦ ﺧﺎﻑ ﻣﻘﺎﻡ ﺭﺑﻪ ﺟﻨﺘﺎﻥ "
"Siapa yg takut kepada kedudukan
Tuhannya baginya dua syurga"
3-" ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺨﺮﺟﺂ “
"Barang siapa yg bertaqwa kepada ALLAH maka ALLAH  Djadikan baginya jalan keluar"

Kamis, 24 Maret 2016

Nasehat Habib Taufiq Assegaf (ibu)

Sekapur sirih Habib Taufiq bin Abdul Qadir As-Segaf di hari terakhir ibunda tercinta beliau Al-Maghfurullah Hubabah Ruqayyah binti Habib Ja’far bin Syaikhon As-Segaf.
Jangan pernah sia-siakan kesempatan selagi orangtua anda masih hidup, kami sudah merasakan bagaimana kami ditinggal abah dan umi, sedikitpun kita tidak bisa membalas jasa mereka.
Suatu saat pernah ada seorang mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “ya rasulullah aku menggendong ibuku ke ka’bah untuk Thowaf, Sa’i dan semuanya, apakah aku sudah bisa dikatakan cukup berbakti (sudah membalas jasa) kepada orangtuaku?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “apa yang telah kamu lakukan belum sebanding dengan 1 tarikan nafas ibumu saat melahirkan.
                Tidak ada yang pernah melebihi kasih sayang orangtua, siapa yang membersihkan ketika kita buang kotoran dulu, saat kita buang air kecil di malam hari mereka rela bangun mengantarkan dan membersihkan kita, disaat sakit mereka sabar merawat kita, sekarang jika kita sakit gigi pertama yang akan kita datangi adalah orangtua melapor kepadanya, tak punya kita mengadu keada orangtua, tapi kita tak pernah tahu mereka susah payah bahkan sampai berhutang, kita tidak tahu akan hal itu karen yang kita lihat mereka masih saja bisa tersenyum ketika melihat kita, walau sebenarnya di otak mereka banyak pikiran dan masalah.
                Tahukah anda pahala mencium Hajar Aswad tidak sebanding dengan anda mencium tangan kedua orangtua anda dengan Ta’dzim
Berapa banyak orang yang mengaku Da’i namun menyia-nyiakan orangtuanya...Naudzubillah
Meskipun anda Umroh dan Haji 1000x namun anda tidak berbakti kepada kedua orangtua, semua itu percuma.
                Beliau Al-Habib Taufiq menceritakan sedikit tentang ibundanya, beliau mengatakan terpaksa mengatakannya untuk saudara-saudara beliau, supaya beliau dan saudaranya bisa meniru pendidikan ibunda mereka dan mungkin dapat bermanfaat bagi kita semua:
-          Beliau mendidik langsung anak-anaknya Al-Qur’an mulai Alif sampai selesai, tanpa dititipkan di TPQ (maaf), kalau sekarang seorang anak dititipkan di TPQ atau memanggil seseorang kerumah agar dapat mengajari anaknya seakan tidak ada ittisar dan lepas tanggung jawab, dan intinya anak yang mengaji seperti itu biasanya menyebabkan anak tidak menghargai orangtua karena bukan orangtua yang mengajarkan namun orang lain.
-          Saya masih ingat ketika dulu ibunda kami  tidak pernah membiarkan anak-anaknya keluyuran diwaktu maghrib, dan mengharuskan kami berada dirumah sebelum maghrib, beliau berkata “Ayam itu kalau sudah sore pulang masa anak umi kalah sama ayam”.
-          Beliau selalu mendidik anaknya diwaktu antara maghrib dan isya’ dengan membaca rotib, yasin, tabarok mulai kecil sampai kita hafal.
-          Beliau sendiri tidak pernah meninggalkan bacaan Al-Qur’an bahkan sampai memakai kaca mata dan kaca pembesar sampai akhir wafat.
-          Saat saya dipuji seseorang beliau selalu mendudukkan saya dan marah ”Umi tidak senang kamu dipuji”, beliau mengajarkan kita selalu ikhlas, bahkan beliau pernah mengajak saya keliling, dan jika ada yang menjual foto-foto beliau dan Al-Habib Ja’far, beliau tidak suka, marah dan berdo’a “semoga  melarat yang menjual foto-foto beliau dan keluarganya”, makanya sekarang tidak ada yang berjualan foto Al-Habib Ja’far.
-          Beliau tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dan Dalilul Khairot.

Yang terakhir didiklah anak-anak anda agar menjadi anak yang shaleh jangan sampai anda meninggal mereka bangga mendapat warisan, selalu nasehati anak sebagaimana Nabi Ya’qub dan Nabi Ibrahim berpesan kepada anak-anaknya “Bagaiman setelah aku mati, Tuhan siapa yang kau sembah setelah aku mati”, jangan sampai menyesal saat kita mati bukan anak-anak kita yang membacakan Tahlil untuk kita, bukan anak kita yang ahli memegang (membaca) Al-Qur’an, akan tetapi anak kita pintar memegang alat-alat yang melalaikan (alat musik).
Tidak akan bisa kita membalas kebaikan orang tua kita kecuali Allah Subhaanahu wata’alaa
والله اعلم

Kamis, 24 Maret 2016.

Jumat, 18 Maret 2016

Apa Itu Nafsu

            Ulama’ berbeda pendapat dalam menyikapi akan hakikat nafsu menjadi beberapa kesimpulan, yang garis besar sebagai berikut:
1-      Ada yang berpendapat bahwa nafsu itu adalah ruh pada hakikatnya, Ulama’ yang berpendapat demikian (berdalil) menyimpulkan dari salah satu ayat Al-Qur’an:
(ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة باسطوا أيديهم أخرجوا أنفسكم) أي أرواحكم "الأنعم - 93
2-      Dan ada yang mengatakan nafsu adalah dzat yang kesat mata yang bisa diketahui dan disadari keberadaannya, jika ditinjau dari hidupnya jasad karena adanya ruh maka ia dinamakan RUH, jika ditinjau dari segi syahwat maka ia dinamakan NAFSU, jika ditinjau dari segi ia bisa membedakan/berpikir maka disebut AKAL. Maka tiga nama yang berbeda itu sebenarnya sama, sama-sama satu dzat akan tetapi berbeda dalam sisi lain, yaitu dari segi manusia, nafsunya dan dzatnya, dan disifati berbeda-beda juga tergantung keadaannya yang berbeda.
Dan beberapa keadaan yang membedakan sifat (nama) nafsu tersebut adalah:
-          Jika nafsu tersebut tunduk dibawah perintah kita (taat kepada agama) maka dinamakan Nafsu Mutmainnah, Allah SWT berfirman: (يأيهاالنفس المطمئنّة) الفجر – 27
-          Jika tidak benar-benar taat (masih melawan hawa nafsu) maka dinamakan Nafsu Lawwamah (mencela), dinamakan demikian karena nafsu tersebut mencela tuannya ketika lalai (berbuat salah), contoh: setelah berbuat dosa hati kita (bisikan) menyesal atas apa yang kita perbuat dan mencela/menyalahkan diri kita sendiri. Allah SWT berfirman: (ولا أقسم بالنفس اللّوّامة) القيامة – 2
-          Apabila nafsu itu tunduk kepada syahwat dan bisikan-bisikan syetan, maka ia dinamakan Nafsu Ammarah, Allah SWT berfirman (hikayat dari perkataan nabi yusuf as.): (وماأبرّئ نفسي إن النفس لأمّارة بالسوء إلا مارحم ربّي غفوررّحيم) يوسف – 53
-          Apabila nafsu itu pandai memanipulasi (menyerupakan) keburukan dengan kebaikan, dan membungkus kebathilan dengan haq[1], maka nafsu tersebut dinamakan Al-Musawwalah (yang memanipulasi/menyerupai), Allah SWT berfirman (hikayat perkataan nabi ya’qub as. Kepada putranya): (قال بل سوّلت لكم أنفسكم أمرًا) يوسف – 18.




[1] Sebagaimana dalam qaidah yang ma’ruf: كلمة الحق تريد بهاالباطل