Jumat, 18 Maret 2016

Apa Itu Nafsu

            Ulama’ berbeda pendapat dalam menyikapi akan hakikat nafsu menjadi beberapa kesimpulan, yang garis besar sebagai berikut:
1-      Ada yang berpendapat bahwa nafsu itu adalah ruh pada hakikatnya, Ulama’ yang berpendapat demikian (berdalil) menyimpulkan dari salah satu ayat Al-Qur’an:
(ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة باسطوا أيديهم أخرجوا أنفسكم) أي أرواحكم "الأنعم - 93
2-      Dan ada yang mengatakan nafsu adalah dzat yang kesat mata yang bisa diketahui dan disadari keberadaannya, jika ditinjau dari hidupnya jasad karena adanya ruh maka ia dinamakan RUH, jika ditinjau dari segi syahwat maka ia dinamakan NAFSU, jika ditinjau dari segi ia bisa membedakan/berpikir maka disebut AKAL. Maka tiga nama yang berbeda itu sebenarnya sama, sama-sama satu dzat akan tetapi berbeda dalam sisi lain, yaitu dari segi manusia, nafsunya dan dzatnya, dan disifati berbeda-beda juga tergantung keadaannya yang berbeda.
Dan beberapa keadaan yang membedakan sifat (nama) nafsu tersebut adalah:
-          Jika nafsu tersebut tunduk dibawah perintah kita (taat kepada agama) maka dinamakan Nafsu Mutmainnah, Allah SWT berfirman: (يأيهاالنفس المطمئنّة) الفجر – 27
-          Jika tidak benar-benar taat (masih melawan hawa nafsu) maka dinamakan Nafsu Lawwamah (mencela), dinamakan demikian karena nafsu tersebut mencela tuannya ketika lalai (berbuat salah), contoh: setelah berbuat dosa hati kita (bisikan) menyesal atas apa yang kita perbuat dan mencela/menyalahkan diri kita sendiri. Allah SWT berfirman: (ولا أقسم بالنفس اللّوّامة) القيامة – 2
-          Apabila nafsu itu tunduk kepada syahwat dan bisikan-bisikan syetan, maka ia dinamakan Nafsu Ammarah, Allah SWT berfirman (hikayat dari perkataan nabi yusuf as.): (وماأبرّئ نفسي إن النفس لأمّارة بالسوء إلا مارحم ربّي غفوررّحيم) يوسف – 53
-          Apabila nafsu itu pandai memanipulasi (menyerupakan) keburukan dengan kebaikan, dan membungkus kebathilan dengan haq[1], maka nafsu tersebut dinamakan Al-Musawwalah (yang memanipulasi/menyerupai), Allah SWT berfirman (hikayat perkataan nabi ya’qub as. Kepada putranya): (قال بل سوّلت لكم أنفسكم أمرًا) يوسف – 18.




[1] Sebagaimana dalam qaidah yang ma’ruf: كلمة الحق تريد بهاالباطل

Tidak ada komentar:

Posting Komentar