KEBUDAYAAN MENGIKAT TERHALANG MASYARAKAT
Pendidikan adalah hal yang seluruh manusia walau berbeda agama,
budaya dan suku menganggapnya penting. Ilmu telah menjadi kebutuhan primer bagi
setiap individu karena ilmu adalah kunci mencapai tujuan dan penuntun
kehidupan, tanpa ilmu manusia hanya seonggoh daging yang di lihat dengan
sebelah mata
وَفِي الْجَهْلِ قَبْلَ الْمَوْتِ مَوْتٌ لِأَهْلِهِ
# فَأَجْسَامُهُمْ قَبْلَ الْقُبُورِ قُبُورُ
Kebodohan akan membunuh seseorang bahkan sebelum dia mati # raga
mereka adalah kuburan (mayat) walau belum dikubur
Terutama bagi pemuda-pemuda ilmu dan pendidikan adalah bagian dari
kehidupan mereka, sesuatu yang akan menentukan nasib mereka selanjutnya, maka
penting kiranya bagi orangtua, keluarga dan lingkungan (masyarakat) mengingat
dan menegor pemuda-pemuda untuk mengenyam pendidikan yang semestinya, karena
dari mereka juga sebuah keluarga, desa (masyarakat) negara dan agama terbentuk
dan apabila sudah terbentuk merekalah cerminan dan yang akan menjadikan
bagaimana hal-hal tersebut
ومن فاته التعليم وقت شبابــه # فكبر عليه أربعا لوفاتــه
Jika
di masa mudanya dia telah kehilangan kesempatan belajar # maka bertakbirlah
empat kali untuk kematiannya
Pemuda-pemuda bisa menjadi obat atau racun, mereka adalah senjata
dan tameng yang bisa membantu atau malah membunuh kita, jika mereka kita
biarkan dan tidak kita arahkan kelak tanpa disadari mereka akan menjadi racun
yang akan membunuh kita.
Peperangan memang
mengerikan kehancuran memang menakutkan akan tetapi peperangan mental dan kehancuran
ideologi lebih menyeramkan, kebutuhan untuk berkumpul dan menyatakan pendapat
tercipta setelah kebutuhan dasar manusia terpenuhi dunia sudah memasuki era
modern, arus globalisasi sudah tidak dapat dibendung lagi hubungan antar negara
telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap negara jika ingin mempertahankan eksistensi
dan memajukan negaranya, hal inilah yang menjadi alasan mengapa konflik di
suatu negara dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi di berbagai negara, situasi
yang sekarang terjadi di beberapa negara timur tengah ternyata juga berpengaruh
pada kehidupan ekonomi di berbagai negara lain seperti indonesia, ada dua
dampak yang dirasakan oleh indonesia dampak langsung dan tidak langsung, kehidupan
ekonomi suatu negara memang tidak pernah lepas dari hubungan antar negara hubungan
antar negara diwujudkan dalam hubungan keilmuan, sosial, politik, diplomatik,
ekonomi, budaya dan pertahanan dan keamanan, Sebagai pusat perkembangan agama
dunia timur tengah memiliki khasanah pemikiran keagamaan yang sangat kompleks.
Namun dalam dalam batas tertentu, sejarah perkembangan politik keagamaan di
timur tengah di warnai oleh gejala konflik jika hal tersebutu bisa berdampak
disana lalu bagaimana dengan negara kita yang kini semakin tercampur aduk
dengan pemahaman-pemahaman baru yang terus bermunculan dan mulai merusak
persatuan serta memecahkan masyarakat, perlahan sekarang kita mulai gelisah
kerusakan mental telah tersebar, budaya yang dulu kokoh telah teracuni oleh
budaya luar masyarakat yang dulu berpangku saat ini telah runtuh dengan politik
dan permainan orang-orang luar, tanpa disadari peperangan yang kita dengar
baru-baru ini di timur tengah yang semakin membias ganas seratus tahun atau
puluhan tahun lalu negara itu sama seperti indonesia yang sejahtera dan
masyarakat disana tidak pernah menyangka akan datangnya peperangan namun
perlahan racun-racun dari luar mulai masuk dan memerangi ideologi pemuda-pemuda
kemerosotan itu perlahan membias dan mempengaruhi politik-politik negara
kesatauan masyarakat mulai runtuh kepercayaan di antara mereka terpecah sampai
pada klimaks tidak adanya kesatuan dan rasa peduli negara melemah dan
terjadilah peperangan dari luar, lalu kita sendiri apakah kita yakin indonesia
akan bisa tetap seperti ini sejahtera dan aman, tidakkah kita lebih membuka
mata kita untuk melihat di sekitar dan membuka hati kita untuk menyadari apa
yang terjadi, mental pemuda-pemuda kita telah goyah politik aturan negara kita
mulai lemah maka bukan hal yang mustahil dan mudah untuk meratakan kita indonesia.
Rekonstruksi
lingkungan budaya dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengembalikan kejayaan
negara dan rekonstruksi pendidikan islam diperlukan untuk kesejahteraan, ikatan
yang harus kita benahi dan kita jaga demi keluarga dan seluruh masyarakat, Masalah
kebudayaan juga diperhatikan dalam sosiologi, karena kebudayaan dan masyarakat
manusia merupakan dwi tunggal yang tak terpisahkan merupakan dua unsur yang
saling berhubungan sehingga di dalamnya terdapat suatu hubungan timbal balik
yang perlu kita cermati di dalamnya. sebagai insane sosial yang baik.
Kebudayaan dan
masyarakat juga mempengaruhi ilmu pengetahuan keduanya sangat berperan pada
pendidikan, namun sangat di sayangkan sering kita dapatkan masyarakat yang
tidak peduli dengan pendidikan yang tidak mendukung dan menjaga justru memberi
pengaruh negatif pada pendidikan, masyarakat sudah mulai enggan menegor para
pelajar, pemuda yang berprilaku atau melakukan hal yang tidak semestinya bisa
jadi itu di karenakan dua hal, pertama masyarakat sudah tidak lagi memiliki
rasa peduli atau yang kedua masyarakat itu sendiri sudah kehilang moral dan
menganggap hal tersebut biasa bukan suatu kesalahan, keadaan tersebut berakibat
fatal dan mempengaruhi buruk kepada pendidikan, lalu tak jarang pula suatu
pendidikan terikat dengan budaya faktanya pesantren di anggap hanya memiliki
basis pendidikan agama dan kolot yang tidak tau dunia luar atau dunia modern
sehingga kebanyakan masyarakat menilai bahwasannya santri hanya tau soal agama
saja.
Ideologi asing
mulai menyerang dengan cara membudayakan jaringan-jaringan sosial media yang
perlahan mengacaukan tatanan sistem pemikiran pemuda yang disibukkan dengan
sosmed, keberhasilan yang gemilang itu yang mungkin pantas kita katakan pada
saat ini seluruh orang yang kita lihat di perkantoran, perkuliahan, bahkan di
setiap tempat kegiatan kita dapat melihat orang-orang sibuk menatap layar smartphone
mereka mental mulai jatuh masyarakat terisolasi, yang dulu kita terbiasa
membaca sekarang kebiasaan-kebiasaan telah berubah era menjadi kebudayaan
sosial media
كلمة الحق يريد به الباطل
Keburukan yang dibalut dengan kebenaran yang dapat menipu seperti itulah maksud istilah diatas, kemajuan teknologi dan
keberadaan bermacam sosial media menawarkan kemajuan era dan mempermudah bangsa
utuk mengakses pengetahuan, kita tidak bisa memungkiri akan hal tersebut
kemudahan mencari bermacam ilmu dan pengetahuan dan dapat menjawab setiap
keingin tahuan dan hal-hal yang samar semua itu dapat didapatkan dengan
kemajuan teknologi, seakan seperti itu penawaran kehadapan kita dan hal
tersebut berhasil membuai kita dan memberi kepercayaan kepada kita, tapi ada hal
yang kita lupakan dan kita sepelekan pada saat orang-orang lengah kemajuan
teknologi itu sendiri yang telah merusak anak-anak kita, siswa-siswa tak
terkecuali segala usia telah dirasuki virus-virus negatif yang terdapat di
dalamnya, kemerosotan moral yang menyebabkan meningkatnya kenakalan remaja yang
akhir-akhir ini semakin memilukan, musuh di dalam selimut yang benar-benar
halus merusak dari dalam.
Kebudayaan
mengikat terhalang masyarakat itulah yang bisa saya katakan pada ilmu dan
kehidupan disekeliling kita saat ini, itu yang selama ini menjadi pertanyaan
saya atas apa yang saya lihat, pertanyaan itu perlahan terjawab dan menuntu
jawaban lain yang timbul dari masalah
tersebut bagaimana kita menyelesaikannya, rekunstruksi lingkungan dan
pendidikan islam bisa menjadi salah sastu solusinya, kita ajarkan dan kita ajak
orang-orang di sekitar kita untuk kembali memperbaiki lingkungan dan
mengembalikan kebudayaan indonesia yang saling peduli dan berpangku, budaya
yang sehat dan bernorma mulia.
Kemajuan ilmu
pengetahuan bukan yang terpenting kenyataannya sekarang kita hidup di era
modern yang maju akan tetapi kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi tidak
membuat kita nyama secara utuh, ke khawatiran merasuki tiap relung masyarakat
indonesia kemajuan yang malah membawa kekacauan yang mulai dirasakan hal
tersebut karena kemajuan yang ada tidak disetarakan dengan kebudayaan dan
masyarakat, ilmu pengetahuan maju tanpa ada penyelarasan norma yang menjadikan
kekalang kabutan jika kita biarkan kerusakan-kerusakan ini perlahan akan
menjadi bencana yang melanda. Rubahlah dirimu maka tuhan akan merubah
sekitarmu ciptakanlah lingkungan sesukamu maka lingkungan memberitahu
hasilnya pada mu” sebuah istilah yang perlu kita ingat-ingat bahwa setiap
kesusahan sebenarnya datang dari kita dan bahwasannya kesusahan tidak datang
secara langsung tapi berkala dengan beberapa waktu yang perlahan pasti akan
kita rasakan hasil dari apa yang kita perbuat bersama, kata-kata itu juga
menegor dan mengingatkan kita agar kita berhati-hati dalam mengambil
tindakan dahulukan otak sebelum
melangkah berpikirlah dahulu sebelum melakukan sesuatu karena apa yang telah
kita lakukan bisa menjadi bumerang bagi kita atau orang di sekitar kita.
Sulosi adalah kata
akhir yang ingin kita dengar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada,
pertama kita harus percaya dan yakin sekecil apapun perbaikan dan perubahan
akan memiliki manfaat terlebih apabila hal kecil tersebut banyak dan berkumpul
menjadi satu maka kita akan melihat perubahan besar, dan perubahan selalu
berawal kecil perlahan akan terasa perubahan harus diawali dari diri sendiri
kemudian kita ingatkan dan ajarkan kepada orang-orang di sekitarkita, kedua
sangat penting kita memberi dan memperhatikan pemuda-pemuda bangsa dimulai dari
anak atau saudara kita sendiri arahkan dan bimbing mereka kepada pendidikan
yang benar, tidak perlu seberapa banyak ilmu yang mereka dapat yang terpenting
seberapa banyak yang mereka faham dan yang dapat mereka terapkap, kita mulai
dengan membenahi ilmu pengetahuan lalu membenahi kebudayaan, kita kenalkan
kembali kepada mereka budaya-budaya bermoral dan santun bagaimana seharusnya
berprilaku, tahap selanjutnya kita buat lingkungan masyarakat sehat, pendidikan
(sekolah, guru) dan masyarkat saling terikat kuat kedua hal tersebut harus
saling berpangku membantu terbentuknya kembali generasi pemuda yang dapat
memperbaiki kerusakan-kerusakan dan kemerosotan yang sedang melanda kita.
Rekunstruksi
pendidikan dan lingkungan (budaya, masyarakat) dengan beberapa langkah:
-
Pola Pikir
Pola pikir yang
ada pada saat ini adalah pola pikir instan yang enggan memperdulikan
sekitarnya, pola pikir yang hanya fokus pada kesenangan diri sendiri yang fana,
pola pikir masyarakat harus kita rubah menjadi suatu pola kepedulian dan
memikirkan bagaimana sejarah indonesi di masa depan.
-
Pemahaman
Apa yang kita
fahami dari situasi saat ini? Apa yang kita fahami era saat ini dan sebelumnya?
Apa yang kita fahami dari perubahan dan perbedaan era saat ini, pemikiran kita
harus diluangkan untuk memahami kondisi saat ini jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan itu secara global sudah kita sebutkan sebelumnya, namun
tidak cukup hanya dengan itu kita harus mau memahami sendiri bagaimana
membenahi situasi saat ini.
-
Pengorganisasian
Seperti
sebelumnya yang membahas tentang rekunstruksi masyarakat kita perlu ada
pengorganisasian untuk membentuk bersama pembenahan, karena tidak akan ada yang
bisa melakukan apapun sendirian kita harus memiliki organisasi rekunstruksi
moral dan lingkungan kita kebenaran tunggal (tanpa pengorganisasian) dapat
dikalahkan kebatilan yang terorganisasi.
-
Pelaksanaan
Setelah
pengorganisasian apa yang telah tertulis harus di wujudkan, apa yang menjadi
tujuan harus dilaksankan perlahan satu persatu namun diterapkan, penerapan
kepada diri sendiri, penerapan kepada keluarga dan penerapan kepada orang
sekitar, jika beberapa orang telah melakukan penerapan pasti ada sebuah
perubahan yang akan terasa.
-
Evaluasi
Jalan pasti
bergelombang tidak semua kapal layar berjalan sesuai arah angin, kesalahan
pasti ada dan kesalahan bukan untuk melemahkan tapi menjadi pengalaman dan
pelajaran untuk bangkit menjadi lebih kokoh, evaluasi dibutuhkan untuk
mengetahui keberhasilan perubahan yang telah kita buat.
-
Pembaruan
Bersamaan
dengan berjalannya waktu pemikiran kita harus berjalan memperbarui
aplikasi-aplikasi yang telah kita buat, pembaruan adalah inti pembahasan kita,
pembaruan adalah hal yang ingin kita lihat, pembaruan era menjadi lebih baik.
Pada dasarnya apa
yang kita rasakan dan kita lihat sekarang atau nanti adalah hasil dari kita
sendiri zaman tidak pernah berubah tapi orang-orang yang berada di zaman itu
yang berubah, sebagian orang menutup mata dan telingan mengikuti zaman yang
dirubah, yang kita harapkan adalah adanya sebuah tangan yang saling menjulurkan
untuk membantu adanya lisan yang saling jujur adanya perasaan yang saling
peduli kepada orang-orang lain, meimikirkan bagaimana kehidupan masyarakat,
bagaimana mereka merasa nyaman, lingkungan seperti apa yang harus diciptakan karena
ikan tak seluruhnya berada di lautan sebagian darinya ada yang berada di sungai
dan walaupun sungai bersambung dengan lautan namun ikan-ikan yang hidup di
keduanya tidak bisa dipaksakan mengikuti hidup salah satunya.