Senin, 08 Februari 2016

KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT

KEBUDAYAAN MENGIKAT TERHALANG MASYARAKAT

Pendidikan adalah hal yang seluruh manusia walau berbeda agama, budaya dan suku menganggapnya penting. Ilmu telah menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu karena ilmu adalah kunci mencapai tujuan dan penuntun kehidupan, tanpa ilmu manusia hanya seonggoh daging yang di lihat dengan sebelah mata
وَفِي الْجَهْلِ قَبْلَ الْمَوْتِ مَوْتٌ لِأَهْلِهِ #  فَأَجْسَامُهُمْ قَبْلَ الْقُبُورِ قُبُورُ
Kebodohan akan membunuh seseorang bahkan sebelum dia mati # raga mereka adalah kuburan (mayat) walau belum dikubur
Terutama bagi pemuda-pemuda ilmu dan pendidikan adalah bagian dari kehidupan mereka, sesuatu yang akan menentukan nasib mereka selanjutnya, maka penting kiranya bagi orangtua, keluarga dan lingkungan (masyarakat) mengingat dan menegor pemuda-pemuda untuk mengenyam pendidikan yang semestinya, karena dari mereka juga sebuah keluarga, desa (masyarakat) negara dan agama terbentuk dan apabila sudah terbentuk merekalah cerminan dan yang akan menjadikan bagaimana hal-hal tersebut
ومن فاته التعليم وقت شبابــه #  فكبر عليه أربعا لوفاتــه
Jika di masa mudanya dia telah kehilangan kesempatan belajar # maka bertakbirlah empat kali untuk kematiannya
Pemuda-pemuda bisa menjadi obat atau racun, mereka adalah senjata dan tameng yang bisa membantu atau malah membunuh kita, jika mereka kita biarkan dan tidak kita arahkan kelak tanpa disadari mereka akan menjadi racun yang akan membunuh kita.
            Peperangan memang mengerikan kehancuran memang menakutkan akan tetapi peperangan mental dan kehancuran ideologi lebih menyeramkan, kebutuhan untuk berkumpul dan menyatakan pendapat tercipta setelah kebutuhan dasar manusia terpenuhi dunia sudah memasuki era modern, arus globalisasi sudah tidak dapat dibendung lagi hubungan antar negara telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap negara jika ingin mempertahankan eksistensi dan memajukan negaranya, hal inilah yang menjadi alasan mengapa konflik di suatu negara dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi di berbagai negara, situasi yang sekarang terjadi di beberapa negara timur tengah ternyata juga berpengaruh pada kehidupan ekonomi di berbagai negara lain seperti indonesia, ada dua dampak yang dirasakan oleh indonesia dampak langsung dan tidak langsung, kehidupan ekonomi suatu negara memang tidak pernah lepas dari hubungan antar negara hubungan antar negara diwujudkan dalam hubungan keilmuan, sosial, politik, diplomatik, ekonomi, budaya dan pertahanan dan keamanan, Sebagai pusat perkembangan agama dunia timur tengah memiliki khasanah pemikiran keagamaan yang sangat kompleks. Namun dalam dalam batas tertentu, sejarah perkembangan politik keagamaan di timur tengah di warnai oleh gejala konflik jika hal tersebutu bisa berdampak disana lalu bagaimana dengan negara kita yang kini semakin tercampur aduk dengan pemahaman-pemahaman baru yang terus bermunculan dan mulai merusak persatuan serta memecahkan masyarakat, perlahan sekarang kita mulai gelisah kerusakan mental telah tersebar, budaya yang dulu kokoh telah teracuni oleh budaya luar masyarakat yang dulu berpangku saat ini telah runtuh dengan politik dan permainan orang-orang luar, tanpa disadari peperangan yang kita dengar baru-baru ini di timur tengah yang semakin membias ganas seratus tahun atau puluhan tahun lalu negara itu sama seperti indonesia yang sejahtera dan masyarakat disana tidak pernah menyangka akan datangnya peperangan namun perlahan racun-racun dari luar mulai masuk dan memerangi ideologi pemuda-pemuda kemerosotan itu perlahan membias dan mempengaruhi politik-politik negara kesatauan masyarakat mulai runtuh kepercayaan di antara mereka terpecah sampai pada klimaks tidak adanya kesatuan dan rasa peduli negara melemah dan terjadilah peperangan dari luar, lalu kita sendiri apakah kita yakin indonesia akan bisa tetap seperti ini sejahtera dan aman, tidakkah kita lebih membuka mata kita untuk melihat di sekitar dan membuka hati kita untuk menyadari apa yang terjadi, mental pemuda-pemuda kita telah goyah politik aturan negara kita mulai lemah maka bukan hal yang mustahil dan mudah untuk meratakan kita indonesia.
            Rekonstruksi lingkungan budaya dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengembalikan kejayaan negara dan rekonstruksi pendidikan islam diperlukan untuk kesejahteraan, ikatan yang harus kita benahi dan kita jaga demi keluarga dan seluruh masyarakat, Masalah kebudayaan juga diperhatikan dalam sosiologi, karena kebudayaan dan masyarakat manusia merupakan dwi tunggal yang tak terpisahkan merupakan dua unsur yang saling berhubungan sehingga di dalamnya terdapat suatu hubungan timbal balik yang perlu kita cermati di dalamnya. sebagai insane sosial yang baik.
            Kebudayaan dan masyarakat juga mempengaruhi ilmu pengetahuan keduanya sangat berperan pada pendidikan, namun sangat di sayangkan sering kita dapatkan masyarakat yang tidak peduli dengan pendidikan yang tidak mendukung dan menjaga justru memberi pengaruh negatif pada pendidikan, masyarakat sudah mulai enggan menegor para pelajar, pemuda yang berprilaku atau melakukan hal yang tidak semestinya bisa jadi itu di karenakan dua hal, pertama masyarakat sudah tidak lagi memiliki rasa peduli atau yang kedua masyarakat itu sendiri sudah kehilang moral dan menganggap hal tersebut biasa bukan suatu kesalahan, keadaan tersebut berakibat fatal dan mempengaruhi buruk kepada pendidikan, lalu tak jarang pula suatu pendidikan terikat dengan budaya faktanya pesantren di anggap hanya memiliki basis pendidikan agama dan kolot yang tidak tau dunia luar atau dunia modern sehingga kebanyakan masyarakat menilai bahwasannya santri hanya tau soal agama saja.
            Ideologi asing mulai menyerang dengan cara membudayakan jaringan-jaringan sosial media yang perlahan mengacaukan tatanan sistem pemikiran pemuda yang disibukkan dengan sosmed, keberhasilan yang gemilang itu yang mungkin pantas kita katakan pada saat ini seluruh orang yang kita lihat di perkantoran, perkuliahan, bahkan di setiap tempat kegiatan kita dapat melihat orang-orang sibuk menatap layar smartphone mereka mental mulai jatuh masyarakat terisolasi, yang dulu kita terbiasa membaca sekarang kebiasaan-kebiasaan telah berubah era menjadi kebudayaan sosial media
كلمة الحق يريد به الباطل
Keburukan yang dibalut dengan kebenaran yang dapat menipu seperti itulah maksud istilah diatas, kemajuan teknologi dan keberadaan bermacam sosial media menawarkan kemajuan era dan mempermudah bangsa utuk mengakses pengetahuan, kita tidak bisa memungkiri akan hal tersebut kemudahan mencari bermacam ilmu dan pengetahuan dan dapat menjawab setiap keingin tahuan dan hal-hal yang samar semua itu dapat didapatkan dengan kemajuan teknologi, seakan seperti itu penawaran kehadapan kita dan hal tersebut berhasil membuai kita dan memberi kepercayaan kepada kita, tapi ada hal yang kita lupakan dan kita sepelekan pada saat orang-orang lengah kemajuan teknologi itu sendiri yang telah merusak anak-anak kita, siswa-siswa tak terkecuali segala usia telah dirasuki virus-virus negatif yang terdapat di dalamnya, kemerosotan moral yang menyebabkan meningkatnya kenakalan remaja yang akhir-akhir ini semakin memilukan, musuh di dalam selimut yang benar-benar halus merusak dari dalam.
            Kebudayaan mengikat terhalang masyarakat itulah yang bisa saya katakan pada ilmu dan kehidupan disekeliling kita saat ini, itu yang selama ini menjadi pertanyaan saya atas apa yang saya lihat, pertanyaan itu perlahan terjawab dan menuntu jawaban lain  yang timbul dari masalah tersebut bagaimana kita menyelesaikannya, rekunstruksi lingkungan dan pendidikan islam bisa menjadi salah sastu solusinya, kita ajarkan dan kita ajak orang-orang di sekitar kita untuk kembali memperbaiki lingkungan dan mengembalikan kebudayaan indonesia yang saling peduli dan berpangku, budaya yang sehat dan bernorma mulia.
            Kemajuan ilmu pengetahuan bukan yang terpenting kenyataannya sekarang kita hidup di era modern yang maju akan tetapi kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi tidak membuat kita nyama secara utuh, ke khawatiran merasuki tiap relung masyarakat indonesia kemajuan yang malah membawa kekacauan yang mulai dirasakan hal tersebut karena kemajuan yang ada tidak disetarakan dengan kebudayaan dan masyarakat, ilmu pengetahuan maju tanpa ada penyelarasan norma yang menjadikan kekalang kabutan jika kita biarkan kerusakan-kerusakan ini perlahan akan menjadi bencana yang melanda. Rubahlah dirimu maka tuhan akan merubah sekitarmu ciptakanlah lingkungan sesukamu maka lingkungan memberitahu hasilnya pada mu” sebuah istilah yang perlu kita ingat-ingat bahwa setiap kesusahan sebenarnya datang dari kita dan bahwasannya kesusahan tidak datang secara langsung tapi berkala dengan beberapa waktu yang perlahan pasti akan kita rasakan hasil dari apa yang kita perbuat bersama, kata-kata itu juga menegor dan mengingatkan kita agar kita berhati-hati dalam mengambil tindakan  dahulukan otak sebelum melangkah berpikirlah dahulu sebelum melakukan sesuatu karena apa yang telah kita lakukan bisa menjadi bumerang bagi kita atau orang di sekitar kita.
            Sulosi adalah kata akhir yang ingin kita dengar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada, pertama kita harus percaya dan yakin sekecil apapun perbaikan dan perubahan akan memiliki manfaat terlebih apabila hal kecil tersebut banyak dan berkumpul menjadi satu maka kita akan melihat perubahan besar, dan perubahan selalu berawal kecil perlahan akan terasa perubahan harus diawali dari diri sendiri kemudian kita ingatkan dan ajarkan kepada orang-orang di sekitarkita, kedua sangat penting kita memberi dan memperhatikan pemuda-pemuda bangsa dimulai dari anak atau saudara kita sendiri arahkan dan bimbing mereka kepada pendidikan yang benar, tidak perlu seberapa banyak ilmu yang mereka dapat yang terpenting seberapa banyak yang mereka faham dan yang dapat mereka terapkap, kita mulai dengan membenahi ilmu pengetahuan lalu membenahi kebudayaan, kita kenalkan kembali kepada mereka budaya-budaya bermoral dan santun bagaimana seharusnya berprilaku, tahap selanjutnya kita buat lingkungan masyarakat sehat, pendidikan (sekolah, guru) dan masyarkat saling terikat kuat kedua hal tersebut harus saling berpangku membantu terbentuknya kembali generasi pemuda yang dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan dan kemerosotan yang sedang melanda kita.
            Rekunstruksi pendidikan dan lingkungan (budaya, masyarakat) dengan beberapa langkah:
-          Pola Pikir
Pola pikir yang ada pada saat ini adalah pola pikir instan yang enggan memperdulikan sekitarnya, pola pikir yang hanya fokus pada kesenangan diri sendiri yang fana, pola pikir masyarakat harus kita rubah menjadi suatu pola kepedulian dan memikirkan bagaimana sejarah indonesi di masa depan.
-          Pemahaman
Apa yang kita fahami dari situasi saat ini? Apa yang kita fahami era saat ini dan sebelumnya? Apa yang kita fahami dari perubahan dan perbedaan era saat ini, pemikiran kita harus diluangkan untuk memahami kondisi saat ini jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu secara global sudah kita sebutkan sebelumnya, namun tidak cukup hanya dengan itu kita harus mau memahami sendiri bagaimana membenahi situasi saat ini.
-          Pengorganisasian
Seperti sebelumnya yang membahas tentang rekunstruksi masyarakat kita perlu ada pengorganisasian untuk membentuk bersama pembenahan, karena tidak akan ada yang bisa melakukan apapun sendirian kita harus memiliki organisasi rekunstruksi moral dan lingkungan kita kebenaran tunggal (tanpa pengorganisasian) dapat dikalahkan kebatilan yang terorganisasi.
-          Pelaksanaan
Setelah pengorganisasian apa yang telah tertulis harus di wujudkan, apa yang menjadi tujuan harus dilaksankan perlahan satu persatu namun diterapkan, penerapan kepada diri sendiri, penerapan kepada keluarga dan penerapan kepada orang sekitar, jika beberapa orang telah melakukan penerapan pasti ada sebuah perubahan yang akan terasa.
-          Evaluasi
Jalan pasti bergelombang tidak semua kapal layar berjalan sesuai arah angin, kesalahan pasti ada dan kesalahan bukan untuk melemahkan tapi menjadi pengalaman dan pelajaran untuk bangkit menjadi lebih kokoh, evaluasi dibutuhkan untuk mengetahui keberhasilan perubahan yang telah kita buat.
-          Pembaruan
Bersamaan dengan berjalannya waktu pemikiran kita harus berjalan memperbarui aplikasi-aplikasi yang telah kita buat, pembaruan adalah inti pembahasan kita, pembaruan adalah hal yang ingin kita lihat, pembaruan era menjadi lebih baik.

            Pada dasarnya apa yang kita rasakan dan kita lihat sekarang atau nanti adalah hasil dari kita sendiri zaman tidak pernah berubah tapi orang-orang yang berada di zaman itu yang berubah, sebagian orang menutup mata dan telingan mengikuti zaman yang dirubah, yang kita harapkan adalah adanya sebuah tangan yang saling menjulurkan untuk membantu adanya lisan yang saling jujur adanya perasaan yang saling peduli kepada orang-orang lain, meimikirkan bagaimana kehidupan masyarakat, bagaimana mereka merasa nyaman, lingkungan seperti apa yang harus diciptakan karena ikan tak seluruhnya berada di lautan sebagian darinya ada yang berada di sungai dan walaupun sungai bersambung dengan lautan namun ikan-ikan yang hidup di keduanya tidak bisa dipaksakan mengikuti hidup salah satunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar